This same feeling is here

Posted in idup-ku, Kirana on Februari 8, 2015 by sinta

Dalam 3 hari ke depan hanya akan berdua dengan kiran karena si bapak je jakarta. Jreng jeng jrengggg!
But somehow yang ada malah melow galau macam masih pacaran LDR. Padahal jelas2 sekarang jadi lebih ribet karena ga ada yg membantu mengalihkan perhatian kiran, ga ada yang nungguin kiran klo harus ditinggal belanja. Dan ga ada yg nganterin kiran ke daycare kecuali emaknya ini sendiri. Jadi harusnya tidur cepet lalu bangun pagi untuk nyiapin segala keperluan. Tapi yang ada malah masih galau. Huh banget dah. Ga inget umur bgt..

Postingan ini hanyalah coba2 dari smartphone. Mohon maaf klo tiba2 ga ada berita updatean apa2 lalu tiba2 curhat. Tapi ya harusnya ga masalah karena blog ini kan bukan punya artis dan lebih mirip tong sampah diary pribadi šŸ˜…

Iklan

merasakan bedanya yoga prenatal dan senam hamil

Posted in Uncategorized on Maret 10, 2013 by sinta

tulisan di bawah bukan dibuat untuk mengunggulkan satu produk atau dibuat dengan dasar medis. cuma mau sharing pengalaman aja. yoga prenatal sempat ikut 3 kali di galenia, jalan badak singa, bandung. sedangkan senam hamil baru ikut sekali yaitu hari ini di rumah bersalin bunda nanda, ujung berung, bandung. mungkin pengalaman di tempat lain bakal beda juga, tergantung tempat dan instrukturnya.

yoga kehamilan :

sebelumnya, saya memang belum pernah ikut kelas yoga sama sekali, dan saya bukan tipe orang yang lentur. megang ujung kaki pake ujung jari aja ga bisa. tapi ga perlu takutlah. pada dasarnya semua gerakan yoga (ataupun senam) bagi ibu hamil sudah disesuaikan dengan komposisi perut tubuh. dan dalam prakteknya pun, kita ga bakal dipaksa-paksa untuk bisa ngikutin persis sama seperti instruktur. sesuai kemampuan kita aja. yah, yoga prenatal baik di galenia ataupun di video yang saya unduh dari internet sepertinya emang gerakannya lebih ‘heboh’ dan berat. benar-benar memerlukan kekuatan tubuh. tarik otot sana-sini. tapi dalam 3 kali pertemuan ini, plus nyoba-nyoba ngikutin video donlotan tadi, badan emang jadi berasa lebih enak. apalagi ibu hamil gampang pegal. kalo kata instrukturnya sih, ‘asal gerakannya benar dan rutin, ikut yoga sih udah ga perlu pijet lagi.’ dalam waktu sekitar 2 jam, kita akan melakukan gerakan pemanasan, gerakan yoganya sendiri sampai relaksasi dalam posisi tidur yang bikin badan seger. well, ga full dua jam sih sebetulnya. karena di antara gerakan pasti ada istirahat bentar, minum-minum air putih, atau kadang instrukturnya muter meriksa gerakan bumil. awal-awal ikut, berasa banget ngos-ngosan dan keringetan. tapi mungkin karena uda rutin yoga via video di rumah tadi, pas pertemuan ketiga rasanya lebih santai.

*jadi ceritanya setelah pertemuan ketiga tadi, saya keterima kerjaan baru dan ga bisa ikut yoga lagi. plus jadi jarang yoga sendiri di rumah. akhirnya ikut kelas senam hamil yang buka hari minggu

senam hamil :

gerakan senam hamil, pada dasarnya ga jauh beda juga sama yang dibuku-buku kehamilan. ga jauh juga sama gerakan yoga. tapi di kelas ini, selama dua jam, senamnya cuma 30 menitan. itupun saya ga ngerasa ngos-ngosan apalagi berkeringat. mungkin karena pernah ikut kelas yoga prenatal, kelasĀ  senam hamil jadi berasa ‘ga ada apa-apanya.’ di akhir senam, sama seperti yoga, ada relaksasi dalam posisi tidur miring yang entah ikutnya yoga atau senam, selalu saya manfaatkan untuk tidur. setelah selesai. dan saya heran karena kesannya cuma gitu aja, ternyata sudah disediakan roti, aqua dan produk sample sponsor. wah, lumayanlah. setelah itu ternyata diikuti dengan sharing sama bu bidannya. sepertinya tiap pertemuan ada tema tertentu. dan tema hari ini adalah memandikan bayi. dengan memakai bayi lucu yang asli, kita jadi bisa ngebayangin gimana nantinya kalau si dedek uda keluar. walau masih ga kebayang juga bisa atau gaknya.hahaha.. setelah itupun masih ada tanya jawab. meskipun keluar dari tema pun lumayan juga buat nambah-nambah ilmu. jadinya malah mirip kelas persiapan prenatal.

soal harga, yoga emang lebih mahal. 130 ribu + biaya daftar member 15 ribu, untuk 4 kali pertemuan dibatasi dalam jangka waktu 5 minggu. sedangkan senam 50 ribu untuk 4 kali pertemuan.

kalau ditanya prefer yang mana, mungkin lebih ke yoga kalau untuk persiapan badan dan fisik saat melahirkan nanti. tapi senam pun sepertinya ga rugi, mengingat dapat ilmu lain-lain juga plus produk sponsor kalau ada. lebih murah lagi!

kalau ditanya efeknya ke tubuh apa, ya buat melenturkan tubuh, buat nambah ilmu. tapi berhubung saya belum melahirkan, ya belum tahu juga nanti ngefeknya gimana, apalagi sekarang sudah jarang-jarang latihan. tapi berdasarkan pengalaman teman-teman yang saya tanya, rata-rata bilang kalau senam hamil itu penting untuk ngatur pernafasan saat mengejan nantinya

yah, kita hanya bisa berusaha. sebagai newbie mom wannabe, ga ada salahnya untuk belajar sebanyak mungkin..

sebegitu lamanya

Posted in idup-ku on Februari 28, 2013 by sinta

huahaaa. sebegitu lamanya ga nulis.

sebegitu lamanya sampai buka wordpress aja bingung liat tampilannya yang baru. bingung cara bikin new post. bingung cara membaca blog yang ku-follow. bimgung mau nulis dari mana lagi.

jadi..beritanya, saya sudah menikah bulan mei tahun lalu. sebulan kemudian alhamdulillah hamil, dan sekarang sedang deg-degan menunggu penempatan kerja esok hari. ini bukan pertama kalinya saya hendak bekerja di tempat baru. tapi tentu ini pertama kalinya saya bekerja dengan status pasti, dengan kontrak kerja mantap dan peraturan yang mengikat. ah, semoga baik-baik saja.

kepada si baby di dalam perut berusia 35 minggu ini saya cuma bisa berdialog, “nak, maaf ya besok ibu mulai kerja. nanti kalau kamu sudah keluar, ibu juga ga bisa nemeni kamu 24 jam. cuma saat-saat terakhir di kandungan ini sampai kamu lahir, kita bisa selalu berdua bersama. tapi percayalah nak, doa ibu selalu untukmu, ibu juga selalu ada untukmu. tumbuh sehat ya nak, jadilah hamba Allah yang baik dan hidup berbahagia..”

*segitu lamanya juga ga nulis, jadi bingung mo pake ‘aku’ atau ‘saya’

sebelum terlupakan

Posted in Uncategorized on Mei 14, 2012 by sinta

foto-foto dari kosan yang sudah ditinggali selama 5 tahun lebih di surabaya

ImageImageImage

Image

Image

Ā 

being a pair

Posted in Uncategorized on Mei 14, 2012 by sinta

Image

ya..saya akan menikah dalam kurun waktu kurang dari dua minggu lagi.
tenang. masih lama
masih banyak waktu.
masih dua minggu.

tapi saya tidak tenang sama sekali!!

keluar dari kosan dan kota surabaya kembali ke kampung halaman sejak bulan februari lalu sempat membuat saya agak shock pada awalnya. kembali ke rumah berarti kembali diatur-atur. kembali makan makanan rumah, ga bisa makan sesukanya ato masak seinginnya. kembali ke kehidupan anak rumahan di kampung halaman berarti kehilangan bioskop, mall, toko buku berdiskon, bubur ayam enak, nasi padang, donat dan teman-teman masa kuliah yang belakangan selalu menemani di saat-saat galau. tapi, kembali ke rumah juga berarti ketenangan batin akan kondisi keuangan sebagai lulusan fresh graduate yang tidak, eh belum, bekerja.

kembali ke rumah, untuk nantinya balik merantau lagi.ke bandung. bersama suami.

erghh,suami. akhirnya saya paham kenapa ada orang yang kena premarriage syndrome alias sindrom pranikah seperti saya ini. karena mereka menganggur, karena mereka tidak ada aktivitas dan pikiran lain selain pernikahan, karena mereka alay. ah abaikan teori saya yang ngawur ini. tapi itulah kondisi yang terjadi. ketiga kombinasi di atas sukses bikin saya terkena syndrome yang bisa bikin uring-uringan seharian, bisa nangis semalaman atau bisa tiba-tiba senang dan excited. persis orang pms.

saya sempat ngerasa sebel sama calon suami yang terlihat tenang-tenang saja. ah saya ga bisa lihat dia lebih tepatnya. dia d bandung, saya di lumajang. tapi dengan komunikasi seadanya ini, saya menyimpulkan bahwa dia tenang-tenang saja menghadapi pernikahan ini. mungkin karena dia tidak ada di sini. ga ikut merasakan hecticnya persiapan, atau mungkin dia sibuk juga dengan kerjaannya di sana. jadi tiga kombi teori saya di atas tidak berlaku padanya. tapi mungkin itu yang terbaik. saya ga bisa bayangkan kalau calon suami dan saya sama-sama tegang. mungkin bisa bertengkar atau diam-diaman lebih parah dari biasanya.

emosi dan perasaan adalah hal terakhir yang ingin saya taruh di daftar prioritas pikiran saya. di bawah ekspektasi. karena emosi, perasaan dan ekspektasi adalah another great combo yang bisa ngaduk-ngaduk perasaan dan bikin saya jadi orang yang sangat tidak rasional dan sistematis.

ahh, lets take some flashback, kemabali ke pertengahan tahun 2005. ketika saya lulus sma, sedang bimbel di lumajang dan mau kuliah. itu adalah masa-masa paling emosional saya. bahkan saya bisa sedikit bangga pada diri saya sekarang.bangga karena lebih bisa ngontrol emosi dibanding saat-saat itu. pada saat itu, saya bisa menangis tiap sebelum tidur, benar-benar menangis sedih sampai bengkak paginya hanya karena memikirkan saya akan kuliah dan meninggalkan rumah. ketika akhirnya saya kuliah dan tinggal di surabaya, keadaan menjadi lebih parah. pada awal kuliah, saya tidak mempunyai teman dari sma yang sama. benar-benar sendirian di kampus dan kos. emosi dan air mata lebih tidak bisa terbendung lagi. tapi akhirnya, perlahan saya mulai menikmati indahnya status mahasiswa yang merantau keluar kota. saya juga mulai mempunyai banyak teman. saya tidak lagi sendiri.

dan bulan ini, saya akan kembali merantau. beban terasa lebih berat, karena saya sudah mempunyai kewajiban lain selain hanya mengurus diri saya sendiri, tapi juga keluarga nantinya. tapi harusnya beban juga bisa terasa lebih ringan, karena kali ini, saya tidak berangkat sendirian…

pemikiran random tentang kritik

Posted in Uncategorized on Desember 2, 2011 by sinta

menurutku, semua orang gak suka dikritik. gak ska dihina. gak suka dijelek-jelekin. tapi dunia bukanlah taman bermain penuh bantalan empuk buat hati manusia yang rapuh. kritik bisa datang dari mana saja. dosen, atasan, orang tua, siapapun yang berinteraksi dengan kita. dan kritik paling menyakitkan, sekaligus yang paling banyak benar adalah dari orang terdekat kita. karena merekalah yang paling tau sifat dan kegiatan kita sehari-hari.

ketika kritik datang dari atasan, atau dosen paling killer pun, kita bisa aja tinggal ‘mengiyakan’ dan sok mendengarkan. didengerin, disaring, dikira-kira maksudnya apa, dibuang kata-kata negatif dan gak pentingnya. intinya tinggal bungkus lalu buang di tempat sampah terdekat. wajar, mahasiswa mana yang ga pernah dimarahi dosen. atasan mana yang ga pernah marahin anak buah. meski pada akhirnya keluar juga air mata, kita akan selalu dapat pembenaran untuk diri kita sendiri. kita juga masih mungkin dapat dukungan teman dan keluarga.

tapi lain hal ketika kritik datang dari orang terdekat, sahabat dekat atau orang tua. kita tak lagi bisa membungkus emosi negatif atau kata-kata tak menyenangkan yang menyertainya. reaksi pertama adalah penolakan dan kemarahan. tapi semakin lama kita berpikir, semakin kita tidak mendapatkan pembenaran atas diri kita. dukungan pun tak lagi ditemukan karena umumnya, kritik dari orang terdekat jarang salah. lalu bagaimana dengan kata-kata atau emosi negatif yang ada? tak bisa lari lagi. hati pasti sakit dan terluka. tapi kalau benar mereka adalah orang terdekat kita, maka rasa sayanglah yang akan mengobati luka itu dengan sendirinya.

postingan yang sudah ga in lagi : liburan semester kemaren

Posted in jalan-jalan on April 12, 2011 by sinta

lagi malas menulis kata2 diary perjalanan yang panjang. intinya ni jalan2 ke jakarta Ā bandung bareng anin n cha2.

hari pertama : dufan – mangga dua

si ikan pari di dufan yang ukurannya gede. mulutnya yg ada di bawah itu lho..

hari kedua : rumah kakak

up down : bro. bima. masada. si masada keseringan difoto dari bayi. ga bisa liat kamera nganggur. apa si bima juga bakalan kaya kakaknya itu ? hmm, lets see…


 

hari ketiga : rumah kakak – bandung – ciwalk

ke ciwalk bareng si dia n mbak rani. ngeliatin mereka makan ramen.

 

hari keempat : rumah strawberry – rumah sosis – rumah risoles – PVJ

hari yang penuh dengan makan2 dan nyamil2.

 

hari kelima : pasar simpang – pasar baru – itb – dago

emang paling hobi tu motret pohon gede.