how hard to be a woman?
aku heran. kenapa ada cowok yang pengen jadi cewek? mulai dari waria yang hobi nongkrong di tepi jalan sampe artis sukses yang katanya multitalented. hmm..mungkin perjuangan bertahan hidup di dunia ini jadi salah satu alasannya. mungkin dengan menjadi wanita, mereka bisa memperoleh mata pencaharian yang lebih baik, kehidupan yang lebih layak atau ketenaran yang lebih cepat. yah..aku bukannya benci, marah, menjelek2kan ato ga setuju sama orang2 itu. toh itu pilihan hidup masing2. aku tetap menghargai mereka apa adanya. atau lebih tepatnya, aku ga gitu peduli dengan mereka. cuma heran aja.
jadi wanita bukanlah sebuah proses yang gampang. memliki jenis kelamin perempuan pertemuan sperma X dan ovum X bukan sesuatu yang bisa ditebak dengan mudah. menjalaninya pun menjadi sebuah perjalanan hidup yang menarik dan berliku. cehhh…
sudah bertahun2 lamanya wanita menjadi topik yang menarik. menjadi bagian dari tulang rusuk pria-lah. menjadi penyebab adam dan hawa dijatuhkan ke bumi-lah. menjadi obyek lukisan yan indah. menjadi pelampiasan nafsu semata. menjadi istri. menjadi ibu.
wanita bukanlah dibedakan berdasarkan adanya kumpulan lemak yang berlebih pantat dan dada saja. bukan cuma semata adanya vagina. tapi ada juga perasaan halus yang begitu mudah terluka, mudah tersentuh tapi susah dipahami pria. ada juga kekuatan tak terduga dibalik kelembutannya. ada banyak peran yang harus dijalankan seorang wanita dewasa secara bersamaan ketika mereka telah menikah dan punya anak. menjadi ibu, menjadi istri, menjadi wanita karier, menjadi pengatur rumahnya. menjadi apa saja yang dunia dan keluarganya butuhkan.
belum lagi kalau kita berbicara tentang betapa sakitnya menjadi seorang wanita. wanita..suka ato tidak..harus mengalami sakit setiap bulannya. ini bukan masalah kebebasan gak sholat, iklan pembalut ato obat pereda nyeri tertentu. ini tentang rasa tidak nyaman dan nyeri yang harus diterima dengan pasrah setiap bulan. ini tentang mood ya ancur abis. ini tentang ketidakmautahuan orang lain. mau mood ancur, ga nyaman ato nyeri, setiap wanita harus bisa menyembunyikannya dan tetap bersikap profesional menjalankan kewajibannya. heww,…tiba2 bayangin waktu aku lagi ‘dapet’ trus harus ekso(cabut gigi.red) hari tu jg.
belum lagi kalo hamil dan ngelahirin. ya, aku belum pernah ngalami sih. kayanya berat aja. belum morning sick. belum ga bisa tidur telungkep. belum kaki bengkak dan bawa barang2 berat terus di perut. hehehe…tapi seberat apapun proses ini, aku tetep pengen ngalaminya. konon katanya begitu lahir, kebahagiaan yang ada bikin kita insomnia sama segala penderitaan tiap bulannya ato ketika kita hamil.
yah itulah wanita. pasrah. sakit. tapi tetep seneng dan pengen ngejalaninya…
Maret 17, 2009 pada 4:21 pm
itu km gt yg nulis?
Kalo iya,bagus juga.mang bener dunia udah kacau,tp ya begitulah takdir.hahaha
Tp yg jelas q g setuju kalo wanita hanya sbg pelampiasan nafsu spt yg km tulis.byk juga para istri yg minta cerai gara2 tdk mendapat kepuasan suami (haha sotoy mode: on). ga sotoy kok itu q baca d byk artikel.udah ah,ngantuk…mw tdr.bye
Maret 18, 2009 pada 7:30 am
iya, aku yang nulis. tu waktu lagi nungguin kamu di ITB.